Kaitan Manusia dan Kebudayaan
- Penganut kebudayaan,
- Pembawa kebudayaan,
- Manipulator kebudayaan, dan
- Pencipta kebudayaan.
- Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
- Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
- Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
- Pembeda manusia dan binatang
- Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
- Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
- Sebagai modal dasar pembangunan.
‹ 0 komentar › Label: BAB 2 Manusia dan Kebudayaan
Perubahan Kebudayaan
1. Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain-lain.
2. Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat.
3. Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru.
4. Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.
- Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk.
- Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention).
- Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat.
- Adanya pengaruh bencana alam. Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru tersebut.
- Adanya peperangan, baik perang saudara maupun perang antarnegara dapat me-nyebabkan perubahan, karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah.
- Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan, maka disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak, maka disebut cultural animosity.
‹ 0 komentar › Label: BAB 2 Manusia dan Kebudayaan
Orientasi Nilai Budaya
- Hakikat hidup manusia : hakikat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstrem.
- Hakikat karya manusia : setiap kebudayaan hakikatnya berbeda – beda untuk hidup kedudukan , gerak hidup untuk menambah karya.
- Hakikat waktu manusia : hakikat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, masa lalu atau masa kini.
- Hakikat alam manusia : ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam ada juga yang harus menyangkut dengan alam.
- Hakikat hubungan dengan manusia : mementingkan hubungan antara manusia baik vertical maupun horizontal.
‹ 0 komentar › Label: BAB 2 Manusia dan Kebudayaan
Unsur-unsur dan Wujud Kebudayaan
Unsur kebudayaan besar(cultural universal): dikemukakan oleh C. Kluckhon ada 7
1. Sistem religius (homo religius)
Merupakan produk manusia sebagai homo religius.
Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur tanggap bahwa diatas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut sehingga menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
2. Sistem organisasi kemasyarakatan (homo socius)
Merupakan prodak manusia sebagai homo socius.
Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah namun memiliki akal maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3. Sistem pengetahuan (homo safiens)
Merupakan prodak manusia sebagai homo safiens.
Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri maupun dari orang lain.
4. Sistem mata pencaharian hidup dan system ekonomi (homo ekonomicus)
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus, yaitu menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
5. Sistem peralatan hidup dan tehnologi (homo faber)
Merupakan produk manusia sebagai homo faber.
Bersumber dari pemikirannya yang cerdas dan dibantu dengan tangannya manusia dapat membuat dan mempergunakan alat, dengan alat-alat ciptaannya itulah manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya .
6. Sistem bahasa (homo longuens)
Merupakan produk manusia sebagai homo longuens.
7. Sistem kesenian (homo aesteticus)
Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus.
Setelah manusia dapat mencukipi kebutuhan fisiknya maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya seperti perlunya pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian.
Unsur kebudayaan besar(cultural universal)diatas tsb dapat dijabarkan lagi ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil :
1. kegiatan kebudayaan (cultural activity)
2. trait complex: unsure kebudayaan yang lebih kecil disbanding dengan cultural activity
3. traits : unsure yang lebih kecil dibanding dengan trait complex
4. Item : unsure kebudayaan yang paling kecil yang sudah tidak bias dibagi-bagi lagi
(http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-kebudayaan)
- Wujud kebudayaan sebagai suatu yang kompleks dari ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
- Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat
- Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
(http://agusmustakim.wordpress.com/2012/10/10/2-wujud-kebudayaan-dan-unsur-unsurnya/)
‹ 0 komentar › Label: BAB 2 Manusia dan Kebudayaan
Pengertian Budaya dan Tokoh-tokoh Kebudayaan
DAFTAR NAMA TOKOH SENI/BUDAYA ;
- TOKOH SENI RUPA MANCA NEGARA
- Hieronymous Bosch, 1450-1516 (Pelukis-Belanda)
- Frans Hals, 1580/85-1666 (Pelukis-Belanda)
- Leonardo da Vinci (Arsitek, Pelukis – Italia)
- Michelangelo (Pemahat, Pelukis – Italia)
- Vincent van Gogh (Pelukis – Belanda)
- Rembrand Van Rijn (Pelukis – Belanda)
- Pablo Piccaso (Pelukis – Spanyol)
- Rubens (Pelukis – Belanda)
- Titian
- Teodhore Gericault (Pelukis – Prancis)
- Jacques Louis David, 1748-1825 (Pelukis – Prancis)
- Ingres, 1780-1867 (Pelukis – Prancis)
- Claudio Monet, (Pelukis – Prancis)
- Edouard Manet, (Pelukis – Prancis)
- Piere Auguste Renoir, (Pelukis – Prancis)
- Salvador DalĂ, (Pelukis – Spanyol)
- Edgar Degas, 19 Juli 1834 (Pelukis – Paris)
- TOKOH SENI RUPA INDONESIA ;
- Affandi (Pelukis)
- Agus Djaya (Pelukis – Art Consultant)
- Basuki Abdullah (Pelukis)
- Raden Saleh (Pelukis)
- Hendra Gunawan (Pelukis)
- Lee Man Fong (Pelukis)
- Otto Djaya (Pelukis)
- Dullah (Pelukis)
- Soedjojono (Pelukis)
- Wakidi (Pelukis)
- Soenaryo (Pelukis)
- I Nyoman Nuarta (Pematung)
- I Nyoman Gunarsa (Pelukis)
- Antonio Blanco (Pelukis)
- Lee Mayor (Pelukis)
- Rudolf Bonet (Pelukis)
- Heng Ngantung (Pelukis)
- F. Widayanto (Keramikus)
- TOKOH SENI PANGGUNG MANCA NEGARA
- Shakespeare, (Sandiwara – Inggris)
- Verdi, 1800 an (Drama – Italia)
- Wagner, 1800 an (Drama – Jerman)
- Puccini, 1900 an (Drama – Italia)
- Boris Christoff, (Drama - )
- Sherley Verrett, (Drama - )
- TOKOH SENI PANGGUNG INDONESIA
- Sardono W. Kusumo (Koreografer)
- Bagong Kusudiarjo (Koreografer – Pelukis)
- Didiek Ninithowok (Koreografer)
- Srimulat (Drama – Lawak)
- Ki Siswondo (Ketoprak)
- Cak Doerasim (Ludruk)
- Ki Nartosabdo (Pedhalangan-Wayang Kulit)
- Ki Timbul Hadiprajitno (Pedhalangan-Wayang Kulit)
- Ki Anom Soeroto (Pedhalangan-Wayang Kulit)
- Ki Mantep Darsono (Pedhalangan-Wayang Kulit)
- Ki Enthus Soesmono (Pedhalangan-Wayang Kulit)
- Retno Maruti (Tari Tradisional Jawa)
- Guntur Soekarno (Koreografer)
- TOKOH SENI MUSIK MANCA NEGARA
- Mozart (Komponis – Austria)
- Ludwig van Beethoven (Komponis – Jerman)
- TOKOH SENI MUSIK INDONESIA
- Ebiet G. Ade (Pencipta Lagu – Penyanyi)
- Iwan Fals (Pencipta Lagu – Penyanyi)
- H. Rhoma Irama (Pencipta Lagu – Penyanyi)
- Titiek Puspa (Pencipta Lagu – Penyanyi)
- Broery Marantika (Penyanyi)
- Harvey Malaiholo (Penyanyi)
- Gesang (Pencipta Lagu – Penyanyi)
- Didie Kempot (Pencipta Lagu – Penyanyi)
- Jadug Ferianto (Pemusik)
- Franki Sahilatua (Pencipta Lagu – Penyanyi)
- TOKOH SASTRA MANCA NEGARA
- William Shakespeare (1564) ………………………………… Romeo and Juliet
- Walmiki (India) …………………………………………………… Kisah Ramayana
- TOKOH SASTRA INDONESIA
- Prapanca (Dang Acarya Nadendra) ……………. Kakawin Negarakertagama
- Mpu Sedah (Kerajaan Kadiri) ………………………….. Kakawin Mahabharata
- Yasadipura I (Pujangga) ………………………………………… Serat Bima Suci
- Mangkunegara IV (Pujangga) ………………………………… Serat Wedatama
- Paku Buana IV (Pujangga) …………………………………… Serat Wulang Reh
- Ngabehi Rangga Warsito (Pujangga) …………………….. Serat Jaka Lodang
- Buya Hamka (Sastrawan) ………………………………………….. Laila Majnun
- Chairil Anwar (Penyair) ……………………………… Aku Ini Binatang Jalang
- HB. Jassin (Pengarang-Kritikus)
- WS. Rendra (Penyair-Dramawan) …………………………. Panembahan Reso
- TOKOH KEBUDAYAAN INDONESIA
- Bung Karno
- Gus Dur
- Emha Ainun Najib
- Kang Sobari
- Soejiwo Tejo
- Butet Kertarajasa
‹ 0 komentar › Label: BAB 2 Manusia dan Kebudayaan
Bagan Psiko-sosiogram Manusia
‹ 0 komentar › Label: BAB 2 Manusia dan Kebudayaan
Kepribadian Bangsa Timur
‹ 0 komentar › Label: BAB 2 Manusia dan Kebudayaan
Hakikat Manusia
Hakikat Manusia
- Makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
- Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
- yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
- Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
- Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
- Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
- Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
- Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial
Perbedaan Manusia dengan Mahluk Hidup Lainnya
Manusia merupakan salah satu makhluk Tuhan Yang Maha Esa paling sempurna diantara makhluk Tuhan yang lainnya. Manusia dikatakan sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna dikarenakan manusia mempunyai akal pikiran, sehingga manusia dapat menggunakan akal pikirannya untuk bertindak sesuai dengan etika dan norma yang berlaku dimasyarakat serta mampu berkomitmen dengan nilai-nilai yang ada. Selain memiliki akal pikiran manusia juga memiliki jiwa dan roh yang tidak dapat dipisahkan. Jiwa dan roh tersebut melekat pada tubuh (raga) manusia. Dengan adanya komponen tersebut, oleh karena itu manusia disebut sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, selalu berinteraksi dengan sesama manusia dalam lingkungan sosial dan budaya serta mampu mengolah lingkungan fisik di sekitarnya.
‹ 0 komentar › Label: BAB 2 Manusia dan Kebudayaan
Unsur-unsur yang Membangun Manusia
- Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait yaitu :
- Jasad : badan kasar manusia yang tampak dari luar, dapat diraba dan menempati ruang
- Hayat: mengandung unsur hidup yang ditandai gerak
- Roh: bimbingan tuhan yang bekerja secara spiritual yang memahami kebenaran
- Nafas :kesadaran tentang diri sendiri
- Id : merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak tampak. Merupakan libido murni, atau energy psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional
- Ego : bagian yang pertama kali dibedakan dengan ID, disebut kepribadian eksekutif karena peranannya dalam menghubungkan energy Id ke dalam saluran social yang dapat dimengerti orang lain. Ego juga sebagai pengendali ID.
- Super Ego : kepribadian yang muncul paling akhir sekitar usia 5 tahun. Super ego terbentuk dari lingkungan ekternal. Super ego merupakan kesatuan standar moral yang diterima ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas dalam lingkungan luar diri
‹ 0 komentar › Label: BAB 2 Manusia dan Kebudayaan
